Manfaat Bermain Puzzle Bagi Perkembangan Anak

Dengan menanggapi perilaku anak secara tenang, Anda sedang mengajarkan anak bahwa ia bukan satu-satunya pusat perhatian. Kita sebagai orang tua harus lebih dahulu tahu cara mengelola emosi dan sabar sebelum mengajari anak pemahaman soal sabar. Karena butuh proses yang cukup lama untuk membuat anak bisa bersabar dan mengelola emosinya dengan baik. Saat berada di depan anak, orang tua harus mampu bersikap tenang. Misalnya saat anak teriak-teriak, maka orang tua harus bersikap tenang, jangan terpancing ikut histeris.

Yang utama, melatih keterampilan motorik anak serta koordinasi antara gerak tubuh, leher, mata dan mulutnya. Baik sabar dan syukur merupakan dua amalan yang mencerminkan keimanan pada seseorang. Orang yang tidak mampu bersyukur akan menjadikan sifat tinggi hati yang berakibat menjauhkan dari iman dalam hati. Sebaliknya orang yang tidak mampu bersabar akan menyebabkan hilangnya pengakuan keimanan dari sisi Allah. Permainan tradisional ini mengajarkan anak untuk percaya diri.

Moms bisa membuat menunggu itu menyenangkan dengan bermain recreation atau menyusun sajak lucu. Jika Moms menunggu terlalu lama, jaga agar kegiatan tetap berguna untuk anak. Agar tidak bosan saat sedang menunggu sesuatu, bawalah selalu benda atau mainan kesukaanya, Moms. Dengan begitu, si kecil tidak akan rewel karena bisa melakukan aktivitas yang ia sukai sambil menunggu. Jika sedang mengantre, dan si kecil tampak bosan, cobalah untuk melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan.

Membutuhkan persiapan matang, emosi yang stabil, finansial dan fisik yang mumpuni. Saat balita terbiasa dengan taktik ini, terus tingkatkan durasi waktunya menunggu. Bisa memulai dengan 5 detik, tetapi kemudian naik menjadi 10, 20, 60 dan seterusnya.

Kegiatan ini dapat mengajarkan anak tentang apa itu proses, bahwa tumbuhan memerlukan proses dan perawatan agar bisa tumbuh dengan baik. Berolahraga, berjalan kaki, yoga, meditasi atau berdoa bisa membantu untuk mewujudkan calm parenting. Untuk mengasuh anak dengan penuh ketenangan dan kedamaian, kita membutuhkan komitmen dan latihan yang serius. Negeri ini krisis kesabaran mulai dari anak-anak hingga para pemimpin. Namun, dalam memberikan kebebasan, orang tua wajib membekali dengan ilmu pengetahuan yang cukup. Orang tua merupakan dasar pengetahuan sebelum sang anak belajar dengan lingkungan sekitar.

Menurut Harvey Karp, seorang dokter anak yang terkenal dengan bukunya berjudul ‘Happiest Baby ‘, ada tahapan awal yang bisa dilakukan untuk melatih kesabaran balita. Hal ini sangat penting diajarkan, yaitu peregangan kesabaran atau patience stretching. Menyimpan uang; Menyimpan uang atau menabung dapat mengajarkan anak kesabaran serta pentingnya konsep menabung. Ini memberikan peluang yang besar bagi Anda untuk memberikan tugas atau lainnya dengan memberikan insentif dan juga mengajarkan anak nilai kerja keras.

Melatih kesabaran pada anak

Sebagai orangtua, Mama dan Papa dituntut untuk sabar dalam menghadapi anak, terlebih ketika anak memasuki usia remaja. Salah satunya adalah dalam mengasuh dan menghadapi anak-anak. Meski usia anak mulai memasuki usia remaja, tak sedikit orangtua yang tidak sabaran dalam menghadapi anak mereka. Hasilnya, anak seringkali menjadi pelampiasan amarah orangtua akibat kurangnya rasa sabar dalam dirinya. Dilansir dari parenting.firstcry.com, mengisi air dalam ember merupakan sebuah permainan seru yang juga bisa melatih kesabaran si Kecil. Caranya adalah dengan memintanya untuk mengisi ember dengan air hujan saat gerimis.

Setelah menunggu lebih dari satu minggu untuk mendengar jawaban balik dari perusahaan, Anda mungkin menjadi tidak sabar untuk mengetahui hasil wawancara. Ajarkan anak tentang rutinitas, pukul berapa ia harus belajar, pukul berapa dia bermain, dan juga kapan harus mengerjakan tugas dari sekolah. Hindari memberi anak ponsel setiap kali mereka menunggu karena ini mengarah pada ketergantungan teknologi untuk mengalihkan perhatian dan memperkuat rentang perhatian yang pendek.